SOLOCALCIONAPOLI — Jakarta – Senam Ling Tien Kung masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Meski begitu manfaatnya bagi kesehatan tubuh begitu banyak.
Senam Ling Tien Kung merupakan salah satu gerakan terapi olah tubuh. Gerakan dalam senam ini dilakukan dengan tempo pelan tetapi mampu membangkitkan energi untuk mengaktifkan kembali organ-organ tubuh dan penyempurnaan untuk menjadikan tubuh lebih segar, sehat dan kuat.
Gerakan-gerakan terapi Ling Tien Kung akan menghasilkan panas atau bahasa medis yakni vasodilatasi seperti disampaikan dokter Achmad Mediana di sela-sela latihan bersama dalam perayaan hari ulang tahun pertama komunitas Eltekers Indonesia Sejahtera di Stadion UI Depok pada 24 Agustus 2025.
“Dengan vasodilatasi, membuat pembuluh darah melebar, sehingga terjadi perbaikan-perbaikan seluruh sel. Bayangkan, sel-sel yang sudah rusak terjadi perbaikan. Dampaknya yakni terjadi perbaikan-perbaikan untuk menstabilkan organ tubuh,” jelas Achmad yang juga Ketua Umum Eltekers Indonesia Sejahtera.
Kondisi tersebut juga membantu dalam mendukung penyakit yang beragam seperti masalah otot dan tulang.
“Ada pasien stroke yang nggak bisa naik tangannya, jadi bisa naik. Ada juga yang sudah dijadwakan operasi dengkul, tiba-tiba rasa sakitnya hilang,” terang Achmad.
Manfaat lain dari rutin senam Ling Tien Kung yang diungkapkan para pegiatnya diantaranya jadi lebih mudah tidur hingga gangguan pencernaan membaik.
“Jadi, saya mengajak masyarakat bisa melakukan gerakan terapi Ling Tien Kung dengan rutin, mulai dari anak-anak hingga lansia,” terang Wakil Ketua Panitia HUT ke-1 Eltekers Indonesia Sejahtera Sri Waluyo.
Senam Ling Tien Kung Bermanfaat untuk Aspek Psikologis
Aktivitas melakukan senam Ling Tien Kung yang dilakukan bersama-sama atau dalam kelompok bukan cuma bermanfaat untuk fisik tapi juga psikologis.
“Dari sisi psikologis, kegiatan jenis apapun olahraga masyarakat bila dilakukan bersama-sama dan berkumpul, kemudian orang merasa gembira. Di situ akan muncul kesehatannya secara psikologis,” kata Guru Besar Psikologi UI, Prof Ali Nina Liche Seniati yang juga Ketua Panitia HUT ke-1 Eltekers Indonesia Sejahtera.
Dalam perayaan ulang tahun pertama Eltekers Indonesia Sejahtera, 5.000 pegiat dan pecinta gerakan olah tubuh terapi kesehatan Ling Tien Kung yang tergabung dalam komunitas Eltekers Indonesia Sejahtera.Mereka berasal dari 158 sasana yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan bahkan dari Pulau Sumatera, dengan rentang usia 40-70 tahun.
Rekomendasi Melakukan Senam Ling Tien Kung
Merujuk panduan WHO, aktivitas olahraga disarankan dilakukan 150 menit dalam satu minggu. Yang bisa dibagi dalam 3 waktu.
“Kalau dikira-kira, 3 kali selama satu minggu itu idealnya 41 menit tiap kali melakukan terapi. Namun, kembali lagi, semuanya sesuai dengan kemampuan,” papar Achmad.
Achmad berharap komunitas Eltekers Indonesia Sejahtera melalui gerakan olah tubuh terapi kesehatan Ling Tien Kung berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia sehat paripurna baik fisik, emosi, sosial, spiritual, dan ekonomi.