
PERTUMBUHAN industri kreatif digital dan pasar kecantikan di Indonesia membuka peluang yang semakin besar bagi profesi content creator. Di tengah persaingan yang kian ketat, kreator dituntut tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan tren dan kebutuhan audiens.
Temukan lebih banyak
Content creator Alfina Alrasyid membagikan sejumlah kiat bagi kreator yang ingin berkembang sekaligus meningkatkan peluang berkolaborasi dengan berbagai brand. Tips ia sampaikan dalam sesi workshop pada Exclusive Matchmaking Beauty Brand Day yang diselenggarakan Otto Media Grup di Jakarta, Jumat (26/6).
1. Terus berkembang, jangan berhenti belajar
Menurut Alfina, kemampuan seorang content creator harus terus berkembang mengikuti perubahan tren dan platform digital.
“Kalau dari aku, yang paling penting itu terus berkembang, mau beradaptasi, dan konsisten,” kata Alfina.
2. Jaga konsistensi saat membuat konten
5 Tips Menjadi Content Creator Kecantikan ala Alfina Alrasyid agar Dilirik Brand
Haufan Hasyim Salengke
27/6/2026 20:18A-A+

PERTUMBUHAN industri kreatif digital dan pasar kecantikan di Indonesia membuka peluang yang semakin besar bagi profesi content creator. Di tengah persaingan yang kian ketat, kreator dituntut tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan tren dan kebutuhan audiens.
Temukan lebih banyak
Content creator Alfina Alrasyid membagikan sejumlah kiat bagi kreator yang ingin berkembang sekaligus meningkatkan peluang berkolaborasi dengan berbagai brand. Tips ia sampaikan dalam sesi workshop pada Exclusive Matchmaking Beauty Brand Day yang diselenggarakan Otto Media Grup di Jakarta, Jumat (26/6).
Layanan bisnis
1. Terus berkembang, jangan berhenti belajar
Menurut Alfina, kemampuan seorang content creator harus terus berkembang mengikuti perubahan tren dan platform digital.
“Kalau dari aku, yang paling penting itu terus berkembang, mau beradaptasi, dan konsisten,” kata Alfina.
2. Jaga konsistensi saat membuat konten
Bagi Alfina, tantangan terbesar bukan memulai menjadi kreator, melainkan menjaga semangat untuk terus berkarya dalam jangka panjang.
“Memulai itu relatif mudah, tapi yang sulit adalah menjaga konsistensinya,” ujarnya.
Konsistensi dinilai menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan audiens sekaligus meningkatkan peluang dilirik brand.
3. Jangan takut bereksperimen hingga menemukan gaya terbaik
Alfina menyarankan kreator untuk tidak terpaku pada satu format konten. Bereksperimen akan membantu menemukan jenis konten yang paling sesuai dengan karakter kreator maupun audiens.
“Jangan takut mencoba berbagai jenis konten sampai menemukan winning content,” katanya.
4. Dengarkan masukan audiens
Interaksi di kolom komentar, menurut Alfina, dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus masukan berharga dalam menentukan konten berikutnya.
“Dengarkan juga kebutuhan audiens lewat komentar mereka karena dari situlah kita bisa tahu konten seperti apa yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Alfina.
Dengan memahami kebutuhan pengikut, kreator dapat menghasilkan konten yang lebih relevan dan memiliki tingkat keterlibatan lebih tinggi.
5. Utamakan konten yang autentik
Di tengah tren media sosial yang terus berubah, Alfina menilai audiens kini lebih menyukai konten yang terasa alami dibandingkan produksi yang terlalu berlebihan.
“Sekarang justru konten yang apa adanya lebih mudah diterima. Tidak harus selalu editing yang berlebihan. Yang penting kontennya relevan, menarik, dan bisa menjawab kebutuhan audiens,” bebernya.
Bergabung dengan Komunitas
Selain menerapkan lima hal tersebut, Alfina menilai keberadaan komunitas atau ekosistem pendukung juga penting bagi kreator yang ingin berkembang secara profesional. Melalui komunitas, kreator dapat memperluas jaringan dengan brand, memperoleh pendampingan, berdiskusi, mengikuti evaluasi akun, hingga meningkatkan kemampuan melalui pelatihan dan workshop sesuai kebutuhan industri.
Alfina mengaku sejak bergabung dengan Otto Media Grup sebagai Multi-Channel Network (MCN), jaringan dan follower kian berkembang. Dari yang semula hanya bermitra dengan sekitar lima brand secara solo, kini ia bisa menggandeng hingga 15 brand.
Kontribusi sektor kreatif digital Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar Rp450 triliun dengan jumlah content creator aktif sekitar 12-15 juta orang. Sementara itu, nilai pasar kosmetik nasional sepanjang 2025 diperkirakan mencapai Rp35,6 triliun dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 4,73%.
Kondisi tersebut menjadikan content creator sebagai salah satu ujung tombak strategi pemasaran berbagai merek.
Menjawab kebutuhan tersebut, Otto Media Grup menggelar Exclusive Matchmaking Beauty Brand Day untuk mempertemukan belasan brand kecantikan dan ratusan kreator konten dalam satu forum bisnis.
Chief Operating Officer (COO) Otto Media Grup, Firman Chen, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan kreator dan brand yang selama ini sama-sama menghadapi tantangan dalam membangun kerja sama.
“Kami ingin menjadi jembatan antara brand dan para kreator. Banyak kreator yang memiliki potensi, tetapi belum memiliki kesempatan bertemu langsung dengan brand. Di sisi lain, brand juga membutuhkan kreator yang tepat untuk menyampaikan pesan mereka,” ujar Firman.
Menurut dia, forum business matching tersebut diharapkan menjadi ruang bagi kedua belah pihak untuk saling mengenal, memahami kebutuhan masing-masing, sekaligus membangun kolaborasi yang berkelanjutan. (B-3)
